10 DESEMBER 2020

Makanan Seimbang Dimulai Dari "Isi Piringku"

Riskedas 2018 menyebutkan, bahwa prevalensi obesitas atau kelebihan berat badan dan penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi, mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013. Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular dan obesitas ini berhubungan dengan pola hidup, antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik, serta polamakan.

Pola makan merupakan perilaku penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. Hal ini disebabkan karena kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi seseorangakan  mempengaruhi asupan gizimereka, sehingga akan mempengaruhi kesehatan individu dan masyarakat.Dan seperti yang dilansirdalamPermenkes RI tahun 2014, agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kronis atau penyakit tidak menular terkait gizi, maka pola makan masyarakat perlu ditingkatkan kearah konsumsi gizi seimbang.

Gizi Seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Untuk memudahkan pengaplikasian dalam konsumsi harian, maka dikenalkanlah dua visual gizi seimbang kepada masyarakat, yaitu:

  • Tumpeng gizi Seimbang

dimaksudkan sebagai gambaran dan penjelasan sederhana serta digambarkan secara umum tentang panduan porsi (ukuran) makanan dan minum serta aktifitas fisik sehari-hari, termasuk cuci tangan sebelum dan sesudah makan serta memantau berat badan.

  • Piring Makanku

dimaksudkan sebagai panduan yang menunjukkan sajian makanan dan minuman pada setiap kali makan (misal sarapan, makan siang dan makan malam).

Piring Makanku, Acuan Sajian Sekali Makanku

Visual Piring Makanku ini menggambarkan anjuran makan sehat dimana separuh (50%) dari total jumlah makanan setiap kali makan adalah sebesar ⅔ bagian adalah porsi sayur dan ⅓ bagian adalah buah, dan separoh sisanya (50%) lagi terdiridari ⅔ makanan pokok dan ⅓ bagian adalah lauk-pauk.

  1. Makanan Pokok, menempati ⅔ bagian dari separuh piring. Makanan pokok ini adalah bahan makanan dari kelompok karbohirat yang merupakan sumber energy utama sehingga jenis makanan pokok ini tidak hanya mengacu pada nasi saja, tapi dapat digantikan dengan makanan pokok lainnya seperti mie, umbi-umbian, sagu atau bahkan roti dan tepung-tepungan tergantung ketersediaan bahan di daerah tersebut.
  2. Lauk–pauk, memiliki porsi ⅓ bagian dari separuh piring. Terdiri atas sumber protein hewani (yaitu ikan dan hasil laut lainnya, daging, daging unggas, telur dan olahannya) dan juga nabati (kacang-kacangan dan olahannya seperti tahu, tempe dan oncom). Jenis lauk yang disajikan pun juga tergantung pada ketersediaan jenis lauk yang ada di daerah sekitarnya. Perludi ingat pula, bahwasanya setiap jenis lauk hewani dan nabati masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, dimana asam amino dalam lauk hewani lebih lengkap dan lebih mudah serap, akan tetapi lauk nabati memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah disbanding lauk hewani. Oleh karena itu, konsumsi kedua jenis lauk ini juga harus seimbang.
  3. Buah, memiliki porsi ⅓ bagian dari separuh sisa piring. Buah merupakan bahan sumber vitamin, mineral, serat, air, antioksidan. Konsumsi berbagai jenis buah yang beraneka warna, dapat mencegah munculnya penyakit degeneratif.
  4. Sayur, menempati ⅔ bagian dari separuh sisa piring. Sama seperti buah, sayur juga sumber utama serat, mineral dan vitamin.

Piring makanku juga menganjurkan perlu minum setiap kali makan, bisa sebelum, ketika atau setelah makan. Makan dan minum tidak ada artinya bila tidak bersih dan aman termasuk tangan dan peralatan makan. Oleh karena itu sejalan dengan prinsip gizi seimbang makan dalam visual Piring Makanku juga dianjurkan untuk cuci tangan sebelum dan sesudah makan. Karena Piring Makanku adalah panduan setiap kali makan , maka tidak diperlukan anjuran aktivitas fisik dan pemantauan berat badan. Kedua hal ini cukup divisualkan pada gambar Tumpeng Gizi Seimbang.

Daftar Pustaka :

  1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41/ Permenkes/ 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang
  2. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2019. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. 674 hal
  3. Germas. 2018. Leaflet Isi Piringku. Dikutip 1 Desember 2020 darifile:///D:/Artikel%20Gizi/LEAFLET-ISI-PIRINGKU.pdf
  4. Bakti Husada. 2014. Pedoman Umum Gizi Seimbang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. 99 hal
  5. Rokom. 2018. Potret Kesehatan Indonesia dari Riskesdas 2018. Dikutip 1 Desember 2020 dari http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20181102/0328464/potret-sehat-indonesia-riskesdas-2018/
Tim Ahli Gizi
RSI Aisyiyah Malang

10 DESEMBER 2020

Makanan Seimbang Dimulai Dari "Isi Piringku"

Riskedas 2018 menyebutkan, bahwa prevalensi obesitas atau kelebihan berat badan dan penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi, mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013. Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular dan obesitas ini berhubungan dengan pola hidup, antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik, serta polamakan.

Pola makan merupakan perilaku penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. Hal ini disebabkan karena kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi seseorangakan  mempengaruhi asupan gizimereka, sehingga akan mempengaruhi kesehatan individu dan masyarakat.Dan seperti yang dilansirdalamPermenkes RI tahun 2014, agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kronis atau penyakit tidak menular terkait gizi, maka pola makan masyarakat perlu ditingkatkan kearah konsumsi gizi seimbang.

Gizi Seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Untuk memudahkan pengaplikasian dalam konsumsi harian, maka dikenalkanlah dua visual gizi seimbang kepada masyarakat, yaitu:

  • Tumpeng gizi Seimbang

dimaksudkan sebagai gambaran dan penjelasan sederhana serta digambarkan secara umum tentang panduan porsi (ukuran) makanan dan minum serta aktifitas fisik sehari-hari, termasuk cuci tangan sebelum dan sesudah makan serta memantau berat badan.

  • Piring Makanku

dimaksudkan sebagai panduan yang menunjukkan sajian makanan dan minuman pada setiap kali makan (misal sarapan, makan siang dan makan malam).

Piring Makanku, Acuan Sajian Sekali Makanku

Visual Piring Makanku ini menggambarkan anjuran makan sehat dimana separuh (50%) dari total jumlah makanan setiap kali makan adalah sebesar ⅔ bagian adalah porsi sayur dan ⅓ bagian adalah buah, dan separoh sisanya (50%) lagi terdiridari ⅔ makanan pokok dan ⅓ bagian adalah lauk-pauk.

  1. Makanan Pokok, menempati ⅔ bagian dari separuh piring. Makanan pokok ini adalah bahan makanan dari kelompok karbohirat yang merupakan sumber energy utama sehingga jenis makanan pokok ini tidak hanya mengacu pada nasi saja, tapi dapat digantikan dengan makanan pokok lainnya seperti mie, umbi-umbian, sagu atau bahkan roti dan tepung-tepungan tergantung ketersediaan bahan di daerah tersebut.
  2. Lauk–pauk, memiliki porsi ⅓ bagian dari separuh piring. Terdiri atas sumber protein hewani (yaitu ikan dan hasil laut lainnya, daging, daging unggas, telur dan olahannya) dan juga nabati (kacang-kacangan dan olahannya seperti tahu, tempe dan oncom). Jenis lauk yang disajikan pun juga tergantung pada ketersediaan jenis lauk yang ada di daerah sekitarnya. Perludi ingat pula, bahwasanya setiap jenis lauk hewani dan nabati masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, dimana asam amino dalam lauk hewani lebih lengkap dan lebih mudah serap, akan tetapi lauk nabati memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah disbanding lauk hewani. Oleh karena itu, konsumsi kedua jenis lauk ini juga harus seimbang.
  3. Buah, memiliki porsi ⅓ bagian dari separuh sisa piring. Buah merupakan bahan sumber vitamin, mineral, serat, air, antioksidan. Konsumsi berbagai jenis buah yang beraneka warna, dapat mencegah munculnya penyakit degeneratif.
  4. Sayur, menempati ⅔ bagian dari separuh sisa piring. Sama seperti buah, sayur juga sumber utama serat, mineral dan vitamin.

Piring makanku juga menganjurkan perlu minum setiap kali makan, bisa sebelum, ketika atau setelah makan. Makan dan minum tidak ada artinya bila tidak bersih dan aman termasuk tangan dan peralatan makan. Oleh karena itu sejalan dengan prinsip gizi seimbang makan dalam visual Piring Makanku juga dianjurkan untuk cuci tangan sebelum dan sesudah makan. Karena Piring Makanku adalah panduan setiap kali makan , maka tidak diperlukan anjuran aktivitas fisik dan pemantauan berat badan. Kedua hal ini cukup divisualkan pada gambar Tumpeng Gizi Seimbang.

Daftar Pustaka :

  1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41/ Permenkes/ 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang
  2. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2019. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. 674 hal
  3. Germas. 2018. Leaflet Isi Piringku. Dikutip 1 Desember 2020 darifile:///D:/Artikel%20Gizi/LEAFLET-ISI-PIRINGKU.pdf
  4. Bakti Husada. 2014. Pedoman Umum Gizi Seimbang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. 99 hal
  5. Rokom. 2018. Potret Kesehatan Indonesia dari Riskesdas 2018. Dikutip 1 Desember 2020 dari http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20181102/0328464/potret-sehat-indonesia-riskesdas-2018/
Tim Ahli Gizi
RSI Aisyiyah Malang

DPC PERSAGI KOTA MALANG

Jl. Sisingamangaraja 42 Malang 65123

Jawa Timur – Indonesia

KONTAK KAMI

Contact Person:

0812-3398-8703 (Dewi)

0877-5986-8348 (Annisa)

Email: 

dpcpersagikotamalang@gmail.com

KERJASAMA

HUBUNGI KAMI UNTUK KERJASAMA